Dari beberapa spesies primata yang ada di Indonesia, orangutan adalah salah satunya. Jenis kera besar yang masih mendiami beberapa wilayah di Indonesia ini sayangnya masuk ke dalam kategori critically endangered atau secara kritis terancam punah. Banyak upaya konservasi tentu telah dilakukan.
Untuk lebih mengenal orangutan dan beberapa alasan mengapa kita perlu menyelamatkan mereka, berikut ulasan singkat tentang primata unik ini.
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’bantu-orangutan’]
Ada tiga spesies orangutan di Indonesia yakni orangutan Sumatera (Pongo abelii), orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Yuk kenalan lebih dekat.
Ciri fisik Pongo abelii adalah memiliki kantung pipi panjang pada jantan. Bulu mereka coklat kemerahan dengan panjang tubuh sekitar 1,25 meter sampai 1,5 meter. Berat dewasa betina sekitar 30-50 kilogram sedangkan dewasa jantan memiliki berat mencapai 50-90 kilogram.
Kamu akan sering melihat dewasa jantan menyendiri sedangkan dewasa betina sering dijumpai bersama anaknya. Usia reproduksi orangutan Sumatera betina adalah 10-11 tahun. Mereka mengonsumsi buah-buahan dan vertebrata kecil. Pongo abelii ini tergolong memilki tingkat kecerdasan tinggi.
Orangutan Kalimantan atau Pongo pygmaeus terbagi dalam tiga sub-jenis yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus (yang mendiami bagian barat laut Kalimantan dan Sabah), Pongo pygmaeus wurmbii (banyak ditemukan di bagian barat daya Kalimantan), dan Pongo pygmaeus morio (berada di bagian timur Kalimantan dan Sabah).
Orangutan Tapanuli merupakan spesies yang baru ditemukan. Sayangnya, mereka pun terancam punah. Spesies ini ditemukan di Batang Toru, tersebar di tiga kabupaten yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Dibandingkan orangutan Sumatera dan Kalimantan, Pongo tapanuliensis memiliki bulu lebih tebal. Selain itu, tengkorak dan tulang rahang mereka lebih halus. Pada jantan, kamu akan bisa melihat kumis dan jenggot di bantalan pipi mereka yang lebat dengan rambut berwarna pirang.
[wecare_plugin slug=’berikan’]
Dengan semakin sedikitnya jumlah mereka, upaya konservasi perlu dilakukan. Kamu perlu tahu kenapa mereka perlu diselamatkan.
Ketiga spesies orangutan di Indonesia masuk dalam status konservasi terancam kritis atau critically endangered. Status tersebut dikeluarkan oleh Serikat Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN). Jumlah mereka menjadi semakin sedikit setiap tahunnya. Karena itu, primata ini menghadapi resiko kepunahan.
Keberadaan mereka sangatlah penting dalam ekosistem. Sebagai spesies payung, mereka mampu melindungi mamalia lain di habitat yang sama dan menjadi regenerasi hutan terbaik. Dengan kemampuan jelajah luas, orangutan bisa menyebarkan biji buah-buahan hutan. Selain itu, biji dari feses mereka juga bisa membuat tanah subur.
Sama halnya dengan seluruh flora dan fauna yang mendiami hutan, orangutan pun memegang peranan penting dalam pelestarian lingkungan. Salah satu contoh adalah saat mereka membuka sarang di atas pohon pada pagi hari, hal tersebut memberikan celah untuk sinar matahari menyinari tanaman lain.
Ada sangat banyak hal yang belum kita pelajari tentang mereka. Misalnya, tanaman yang biasa mereka konsumsi memiliki potensi sebagai obat. Kemiripan DNA mereka yang mirip manusia pun membuka banyak hal untuk bisa dipelajari lebih dalam.
Itu tadi sekilas tentang orangutan yang ada di Indonesia. Semoga kita semua bisa sama-sama melindungi mereka dan memberikan habitat yang layak dan nyaman untuk mereka huni. Ingin ikut membantu habitat mereka? Yuk download aplikasi WeCare.id di ponselmu agar kamu bisa membantu orangutan kapanpun dan dimanapun!
[wecare_app_banner type=‘1’]
Referensi:
Indonesia Memiliki Tiga Spesies Orangutan.(2019). Indonesia.go.id/
5 Alasan Kita Harus Menyelamatkan Orangutan Indonesia dari Populasi Kritis.(2020).Kompas.com
Ayomi Amindoni.(2017).Orangutan Tapanuli, spesies baru orangutan yang masa depannya ‘terancam’.BBC Indonesia.Iin Indriawati.(2017).ORANG UTAN (Pongo pygmaeus).Primata.ipb.ac.id