Sumber foto: pexels.com
Melansir dari Mayoclinic, Pneumonia adalah penyakit yang menyerang kantung udara yang ada di paru-paru. Kantung udara yang terinfeksi akan terisi oleh cairan atau dahak yang membuat penderitanya kesulitan bernapas, batuk bahkan demam.
Dikenal dengan nama paru-paru basah, Pneumonia tidak disebabkan oleh gaya hidup tertentu. Jadi anggapan bahwa berkendara malam hari tanpa menggunakan jaket, merokok atau tidur di lantai tidaklah benar. Pneumonia disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan jamur.
Penasaran dengan paru-paru basah atau pneumonia?
Simak artikel ini ya, kamu akan dapat informasi tentang pengertian, asal-usul, gejala, penyebab dan yang paling penting, cara mengobati Pneumonia atau paru-paru basah!
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’viara-hikmatun’]
Seperti yang sudah disebutkan diatas, Pneumonia menyerang kantung udara di paru-paru dan menginfeksinya. Dilansir dari Passport Health USA, Pneumonia pertama kali dijelaskan oleh Hippocrates pada 460SM, namun baru diteliti penyebabnya oleh peneliti Jerman Edwin Klebs, Carl Friedlander dan Albert Frankel.
Dengan mengetahui gejala dan penyebabnya, para peneliti dari Jerman tersebut bisa mencari cara untuk melawan Pneumonia.
Pneumonia disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur yang menginfeksi paru-paru. Berikut beberapa penyebab Pneumonia atau paru-paru basah menurut halodoc (2020):
Infeksi bakteri bisa disebabkan dari penularan dari orang lain atau penggunaan ventilator dalam jangka panjang.
Penyebab yang paling umum Pneumonia adalah Bakteri Streptococcus pneumoniae, Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae.
Pneumonia juga bisa disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus dapat menyebabkan flu, bronkitis dan bronkiolitis. Meskipun infeksi virus umumnya lebih ringan dan bisa sembuh sendiri dalam 1-3 minggu tanpa pengobatan, namun akan lebih baik jika segera diberi pengobatan. Virus Covid-19 dapat menyebabkan pneumonia dan bisa menyebar ke seluruh paru-paru dengan cepat.
Infeksi jamur menyerang pada orang dengan masalah kesehatan atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur yang menyebabkan pneumonia dapat berasal dari tanah atau dari kotoran burung dan binatang lainnya.
Jenis jamur yang dapat menyebabkan pneumonia adalah Pneumocystis jirovecii, Cryptococcus, dan Histoplasmosis.
[wecare_plugin slug=’Rendi-Y’]
Dilansir dari halodoc (2020), gejala Pneumonia bisa bermacam-macam tergantung dari jenis virus, bakteri dan jamurnya. Umumnya, gejala pneumonia adalah sebagai berikut:
Jika ada orang di sekitarmu yang mengalami batuk tidak berdahak dan kesulitan bernapas, akan lebih baik untuk langsung melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat. Pneumonia beresiko lebih tinggi pada usia di atas 65 tahun, pengidap hipertensi, permasalahan pernapasan, dan pengidap diabetes.
Dengan penanganan dini, kelompok beresiko tinggi bisa terselamatkan. Terutama saat ini dengan adanya virus corona yang menyebabkan pneumonia. Namun, jika kamu tidak berada dalam kelompok beresiko tinggi, coba bertanya pada ahli medis terkait gejala yang kamu alami.
[wecare_plugin slug=’Idawati’]
Sayangnya, tidak semua orang mampu untuk berkonsultasi dengan ahli medis atau mendapatkan perawatan yang semestinya. Karena itu, untuk bantu teman tidak mampu yang menderita pneumonia, kamu bisa menggunakan aplikasi WeCare.id untuk donasi kapan saja dan di mana saja!
Yuk, segera download aplikasi WeCare.id di App Store atau Google Play!
Referensi:
MayoClinic (2020), Pneumonia Symptoms and Causes. mayoclinic.org
Aprilia, Fitriana (2020), Pneumonia. halodoc.com
Sowards, Will (2020), Pneumonia: History and Prevention of the ‘Winter Fever’. passporthealthusa.com