Pernah mendengar istilah copycat? Perilaku copycat atau peniru adalah ketika seseorang meniru atau mencontoh perilaku orang lain. Ini berbeda dengan ketika kamu mengadopsi perilaku yang baik dan menjauhi perilaku yang tidak baik. Orang-orang mengatakan bahwa meniru adalah bentuk sanjungan terbaik. Namun pada titik tertentu, semuanya mungkin menjadi terlalu berlebihan. Apa yang terjadi jika meniru tidak lagi tampak seperti pujian, tetapi seperti mencuri?
[wecare_plugin slug=’bantu-kucing-terlantar’]
Daftar isi:
Peniruan atau copycat dari sisi psikologi, ada yang positif dan negatif. Peniruan yang positif adalah hal yang lumrah, dan bisa sangat bagus. Dalam kasus ini, kamu tidak akan merasa dirugikan atau terancam oleh peniruan ini, walaupun mungkin sesekali kamu akan merasa canggung. Contoh peniruan yang positif:
Sayangnya, copycat juga bisa menjadi sifat yang sangat negatif. Mengapa peniruan yang seimbang adalah bentuk sanjungan, dan mencontoh bisa menjadi tanda ketertarikan, keterlibatan, atau bahkan keinginan untuk berhubungan denganmu, banyak orang menganggapnya terlalu jauh dan menjadi peniru total. Bentuk peniruan negatif ini meliputi:
Jenis copycat ini tidak hanya sangat menyeramkan, tapi juga biasanya menghina dan dapat merampas perasaan individualitas yang kamu miliki. Hal itu dapat mengganggu kehidupan keseharianmu dan dapat menyebabkan banyak konflik yang tidak perlu. Tetapi mengapa seseorang ingin melakukan hal seperti ini? Menurut psikologi, ada beberapa alasan.
Hadiah Ramadhan untuk Korban Bencana di NTT!
Terdapat banyak alasan mengapa seseorang meniru orang lain. Kebanyakan dari alasan itu bersifat positif tetapi ada juga alasan ketika perilaku copycat menjadi ekstrem, di antaranya:
Kalau kamu merasa tertanggu dengan copycat, ada berbagai strategi yang bisa dicoba untuk mengatasi peniru, seperti berikut ini:
Jika kamu khawatir idemu akan dicuri. Simpan perencanaan awal dari ide untuk diri sendiri dan, beritahukan kepada orang lain jika kamu sudah siap, untuk mencegah ditiru orang.
Bisa jadi ada beberapa tingkat kesalahpahaman. Lakukan komunikasi yang terbuka dengan dia tentang bagaimana kamu memperhatikan kemiripan yang luar biasa. Tanyakan apa maksud dia dan bagaimana perasaanmu. Sesudah perilaku copycat-nya diketahui, ada kemungkinan besar perilaku tersebut akan berkurang.
Buat dia merasa bahwa dia sendiri berharga dan tidak perlu bergantung pada orang lain untuk menjadi unik.
Bisa dimaklumi ketika seseorang merasa frustasi karena perilaku copycat. Namun jika kamu tetap tenang dan mengabaikannya, situasi seperti itu akan mereda seiring berjalannya waktu. Bereaksi secara emosional tidak akan membantu dalam menyelesaikan masalah. Jika situasinya berlanjut, kamu dapat mencoba strategi yang disarankan di atas.
Itulah infomasi tentang perilaku copycat dan cara untuk mengatasi orang yang suka meniru. Oh iya, daripada kamu marah-marah sama peniru, yuk luangkan waktu dengan sebarkan aura positif membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.
Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
[wecare_plugin slug=’haraen’]
Psychologists Explain What It Means When Someone Copies You. (2019). Diambil kembali dari powerofpositivity.com.Tiwari, D. (2021). Copycat Personality Disorder (Does it Exist?). Diambil kembali dari psychreel.com.