Penyakit anemia atau kekurangan darah sering menyerang banyak orang. Tak jarang penderita berobat ke dokter untuk menyembuhkan penyakitnya. Walaupun penyakit ini cukup familier, masih banyak orang yang belum tahu tentang penggunaan kode ICD 10 pada penyakit anemia.
Kode ini digunakan saat proses entri data, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ataupun Pcare BPJS. Ingin tahu lebih detail tentang kode penyakit anemia ini? Simak penjelasannya.
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’isah’]
Sering terkena anemia? Penyakit anemia merupakan penyakit di mana kondisi jumlah sel darah merah yang berfungsi baik lebih rendah dari jumlah normal. Oleh karena itu, penyakit ini sering disebut penyakit kurang darah.
Anemia dapat terjadi ketika hemoglobin dalam sel-sel darah merah mengalami kekurangan. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung zat besi dan berperan dalam membantu sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh.
Ketika organ-organ dalam tubuh kekurangan oksigen, wajah penderitanya akan menjadi pucat. Penderita anemia juga akan mudah lelah disertai pusing, sesak napas, hingga sakit kepala.
Saat pasien berobat penyakit anemia, dokter akan melakukan diagnosis. Apalagi penyakit kurang darah ini memiliki jenis-jenis yang berbeda. Diagnosis tersebut sering menggunakan kode ICD 10 untuk penyakit anemia.
Penyakit jenis anemia nutrisional terjadi ketika terjadi defisiensi mineral zat besi dalam tubuh. Ketika terjadi kekurangan zat besi, tubuh akan sulit memproduksi hemoglobin yang cukup untuk sel darah merah.
Selanjutnya, pola makan yang buruk dan donor darah yang sering juga menyebabkan terjadinya kekurangan zat besi. Jadi, untuk penyakit anemia nutrisional dimulai dari kode D50 sampai kode D53. Berikut ini adalah penjelasan dari kode-kode tersebut.
Pasien anemia hemolitik biasanya memiliki kondisi kelainan darah di mana sel darah merah lebih cepat dihancurkan (hemolisis) daripada produksinya. Penyakit anemia hemolitik juga merupakan penyakit bawaan (penyakit genetik).
Penyakit anemia jenis ini biasanya disertai beberapa gejala, seperti pusing, kulit pucat, demam, lelah, dan lemah. Untuk penyakit anemia hemolitik dimulai dari kode D55 sampai kode D59. Berikut ini merupakan penjelasan dari kode-kode tersebut.
Menuju Indonesia Sehat, Merata
Penyakit anemia aplastik merupakan penyakit kelainan gagal sumsum tulang yang langka. Kondisi ini bisa terjadi ketika sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang cukup.
Anemia aplastik dapat disebabkan oleh infeksi virus, paparan kronis bahan kimia beracun, infeksi virus, kelainan genetik, atau penggunaan obat-obat tertentu. Adapun kode yang digunakan untuk penyakit anemia aplastik adalah sebagai berikut:
Inilah penjelasan mengenai kode ICD 10 penyakit anemia untuk membantu proses entri di FKTP atau Pcare BPJS. Semoga informasi ini membantu kamu untuk lebih paham tentang anemia dan kode yang digunakan.
Saat ini banyak pasien yang mengalami kesulitan untuk berobat. Penyebabnya adalah karena kekurangan biaya. Di WeCareid, kamu bisa melakukan donasi dan penggalangan dana secara online untuk mereka yang memiliki penyakit parah. Agar lebih mudah, kamu bisa kunjungi situs web atau unduh aplikasi WeCare.id untuk donasi online. Yuk, kita bantu pasien yang membutuhkan biaya berobat.
[wecare_plugin slug=’desy-arizandi’]
Referensi
Kode BPJS. (2021). Kode ICD 10 Anemia 2021 : Penyebab, Gejala & Pengobatan. Diakses pada 19 Agustus 2021, dari https://www.kodebpjs.com/kode-icd-10-anemia/
Zuhdy. (2019, 6 Desember). ICD 10 Anemia. Diakses pada 19 Agustus 2021, dari https://kedokteran-kesehatan.blogspot.com/2019/12/kode-icd-10-anemia.html