Pengidap penyakit kusta sering kali mendapatkan stigma negatif, bahkan banyak orang yang menganggapnya sebagai pembawa sial. Apalagi melihat kondisi kulit pengidapnya yang cukup mengerikan. Namun, apa sebenarnya penyakit kusta itu? Apa saja gejalanya? Apakah ada yang bisa kita lakukan dan mencegah dan mengobatinya? Simak penjelasan lengkapnya melalui artikel ini.
[wecare_plugin slug=’ana-maulida’]
Daftar isi:
Penyakit kusta adalah suatu penyakit akibat infeksi bakteri Mycobacterium Leprae yang menyerang kulit, sistem saraf, mata, dan selaput pernapasan. Nama lain dari penyakit kusta adalah penyakit Hansen atau Morbus Hansen. Infeksi bakteri tersebut berdiam dalam cairan yang terdapat pada hidung atau mulut pengidapnya.
Berikut ini beberapa gejala penyakit kusta yang bisa dilihat di leaflet kusta antara lain:
Pengidap kusta perlahan-lahan kehilangan kemampuan untuk merasakan sensasi sakit maupun kepekaan terhadap tekanan, sentuhan, dan suhu karena infeksi yang menyerang saraf kulit.
Otot tungkai dan kaki menjadi lemas dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Kusta diklasifikasikan menjadi 6 jenis berdasarkan tingkat keparahan gejalanya, antara lain:
Terdapat beberapa lesi yang tidak menonjol berwarna pucat atau lebih cerah dari warna kulit sekitarnya. Lesi ini terkadang bisa sembuh tanpa pengobatan.
Terdapat beberapa lesi datar yang terkadang memiliki ukuran yang besar. Lesi ini tidak menimbulkan rasa sakit, dan disertai dengan pembesaran saraf.
Dibandingkan dengan Tuberculoid leposy, lesi ini berukuran lebih kecil dengan kuantitas lebih banyak.
Muncul banyak lesi berwarna kemerahan secara acak dengan bentuk asimetris. Lesi tersebut tidak menimbulkan sensasi sakit namun kebas. Kelenjar getah bening setempat mengalami pembengkakan.
Jenis kusta yang satu ini memiliki ciri muncul lesi dalam jumlah banyak dengan bentuk datar, benjolan, nodul, dan terkadang mati rasa.
Terdapat lesi yang tersebar secara simetris. Lesi yang timbul biasanya mengandung bakteri yang banyak. Jenis kusta ini memiliki gejala lain seperti rambut rontok, gangguan saraf, serta melemahnya anggota gerak.
Hingga saat ini, belum ada vaksin yang mampu mencegahnya. Orang yang beresiko tinggi terkena kusta antara lain orang yang memiliki kelainan genetik pada sistem imun dan mereka yang melakukan kontak fisik langsung dengan hewan penyebar kusta seperti armadillo.
Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan diagnosa dini dan segera melakukan pengobatan yang tepat.
Dukung Pengiriman Bantuan Sosial ke Seluruh Indonesia!
Penyakit kusta menular melalui cairan yang keluar dari hidung atau mulut pengidap kusta, seperti dahak dan droplet bersin. Hal ini karena bakteri bisa hidup beberapa hari pada droplet. Namun, pada beberapa aktivitas, pertukaran droplet ini tidak menularkan bakteri tersebut, seperti saat kulit saling bersentuhan bahkan aktivitas seksual. Pada dasarnya, penyakit kusta bukanlah penyakit yang mudah menular. Penularan antar manusia terjadi Ketika terjadi pertukaran droplet yang terus-menerus dan erat dalam waktu lama dengan penderita kusta.
Penyakit ini bukanlah jenis penyakit turunan, sehingga ibu yang menderita penyakit kusta tidak akan menurunkannya kepada anaknya. Penyakit ini biasanya membutuhkan waktu 3-5 tahun setelah tertular sampai timbulnya gejala.
Untuk menyembuhkan penyakit kusta, tenaga medis akan memberikan kombinasi dari beberapa obat antibiotik MDT (Multi Drug Treatment). Masa pengobatan ini mencapai 6 bulan hingga 2 tahun sesuai dengan tingkat keparahan penyakit kusta. Jika infeksi bakterinya belum memengaruhi saraf tubuh, maka tidak memerlukan tindakan operasi.
Jika penderita kusta tidak kunjung sembuh setelah menempuh pengobatan antibiotik, solusi selanjutnya adalah operasi. Tujuan dari operasi adalah untuk mengembalikan fungsi saraf dan anggota tubuh ke normal dan memperbaiki bagian tubuh yang cacat.
Itulah pengertian, gejala, klasifikasi, cara pencegahan, cara penularan, dan cara mengobati penyakit kusta. Jadi, yuk sama-sama hilangkan stigma negatif dan cek fakta-faktanya melalui artikel ini. Semoga membantu.
Selain penyakit kusta, saat ini banyak dari saudara kita yang menderita berbagai penyakit berbahaya. Sekarang saatnya kita berbagi kebaikan dengan berdonasi. Pertolongan kita dapat membantu mengurangi penderitaan mereka. Mari kita bantu kesembuhan mereka dengan berdonasi melalui aplikasi atau situs web WeCare.id.
Jadi, yuk berikan donasi terbaik kamu melalui WeCare.id. Kamu bisa berdonasi mulai dari Rp1.000 saja di WeCare.id. Selain itu, jangan lupa untuk mengunduh aplikasinya melalui App Store atau Google Playstore , ya.
[wecare_plugin slug=’maryati’]
Referensi:
Apakah itu Kusta??? Dinkes Madiun Kota. http://dinkes.madiunkota.go.id/?p=1523
Kusta. Alodokter. https://www.alodokter.com/kusta
25 Januari Hari Kusta Internasional: Kenali, Cegah, dan Hapus Stigma Negatif Kusta! Blog.wecare.id. https://blog.wecare.id/2021/01/hari-kusta-2021/