Beberapa waktu yang lalu sempat viral di TikTok seorang ibu memberikan anaknya susu kental manis alias SKM untuk menu sarapannya. Ibu tersebut memberi beberapa sendok gula pada susu kental manisnya. Belum lagi anaknya disuguhi roti yang juga lumuri susu tersebut. Sebelum video tersebut, ada video viral lainnya tentang anak balita yang mengalami obesitas karena diberi susu kental manis oleh ibunya.
Susu kental manis memang memiliki banyak penggemar, terutama anak-anak, karena rasanya yang manis. Tak hanya dikonsumsi sebagai susu, SKM juga kerap dijadikan bahan tambahan untuk minuman dan makanan. Sebenarnya apa sih susu kental manis itu? Benarkah berbahaya untuk kesehatan?
Lahir Prematur dan Derita Kelainan Jantung Bawaan, Devica Tak Punya Biaya ke Rumah Sakit!
Susu kental manis adalah produk susu yang dibuat dengan menambahkan gula ke dalam susu murni dan menghilangkan sebagian besar air dari susu tersebut hingga mencapai sekitar setengah dari volume aslinya. Proses ini menghasilkan produk yang sangat kental dan manis, yang kemudian dikalengkan atau dikemas dalam wadah lain tanpa sterilisasi, karena kandungan gula yang tinggi bertindak sebagai pengawet alami.
Umumnya susu kental manis digunakan sebagai pemanis dan bahan tambahan dalam berbagai hidangan dan minuman, termasuk kopi, teh, kue, dan es krim.
Dalam artikel yang ditulis oleh Hans Nieuwenhuijse yang diterbitkan dalam Food Science pada tahun 2016 disebutkan penemuan susu kental manis atau SKM dapat ditelusuri kembali ke awal abad XIX. Pada tahun 1810, seorang Prancis bernama De Heine menerima paten Inggris untuk mengawetkan susu dan gula dengan memanaskan campuran tersebut dalam wadah terbuka.
Beberapa paten lain muncul dalam tahun-tahun berikutnya dengan berbagai perbaikan pada proses ini. Pada tahun 1856, Gail Borden, seorang Amerika, menerima paten untuk proses yang menggunakan panci vakum untuk menghilangkan air dari susu yang telah ditambahkan gula. Proses inilah yang secara efektif masih digunakan hingga saat ini.
SKM mulai dijual di Amerika pada tahun 1856 dan di Rusia pada tahun 1881, diproduksi di sebuah pabrik kecil di dekat Orenburg.
Komposisi susu kental manis sangat sederhana, terdiri dari susu dan gula. Adapun komposisi SKM diatur oleh Codex Alimentarius, yaitu standar internasional yang berkaitan dengan keamanan pangan dan kualitas pangan. Kandungan gula dalam susu kental manis umumnya adalah sukrosa, dengan konsentrasi yang cukup untuk menjaga kualitas produk selama masa simpan.
Pada praktik industri, rasio sukrosa terhadap air sekitar 62,5%, menghasilkan kandungan sukrosa sekitar 45%. Susu kental manis mengandung sekitar 27% air, dengan faktor konsentrasi padatan susu relatif terhadap air sangat tinggi, sekitar 7,3. Produk ini juga bisa mengandung berbagai tambahan seperti garam, lesitin, dan karagenan (bahan tambahan makanan) untuk mengatur viskositas dan stabilitas produk.
Susu kental manis merupakan produk susu yang sering digunakan sebagai pemanis dalam beragam hidangan dan minuman. Meskipun memiliki rasa yang lezat dan manfaat gizi tertentu, susu kental manis juga memiliki sejumlah risiko kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Berikut adalah beberapa bahaya SKM yang perlu diketahui yang dirangkum dari berbagai sumber:
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Advances in Health Sciences Research tahun 2020 menunjukkan bahwa Anak-anak yang mengonsumsi susu kental manis lebih dari 1 gelas per hari memiliki risiko 3.172 kali lebih tinggi untuk mengalami berat badan kurang dibandingkan dengan anak-anak yang mengonsumsi kurang dari jumlah tersebut.
[wecare_plugin slug=’zahir’]
Konsumsi susu kental manis yang mengandung banyak gula membuat anak merasa kenyang sehingga mereka tidak mengonsumsi makanan lain yang mengandung nutrisi penting untuk tumbuh kembang. Sayangnya karena keterbatasan ekonomi, di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, SKM sering dianggap telah memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, meskipun sebenarnya tidak demikian.
Anak-anak ini memerlukan bantuan agar gizi mereka terpenuhi sehingga tidak mengalami stunting. Uluran tangan TemanPeduli dapat membantu anak-anak tersebut tumbuh sehat. Mari bantu mereka dengan memberikan donasi melalui WeCare.id. Kirimkan donasi lewat situs web WeCare.id atau aplikasi WeCare.id. Caranya mudah, tinggal klik donasi dan tentukan jumlah nominal yang ingin didonasikan.
Yuk, mari bantu anak-anak Indonesia tumbuh sehat bersama WeCare.id.
Condensed milk, the benefits and harm. (2018). Diambil kembali dari tdsib.org.
Hess, H. (2003). CONDENSED MILK. Dalam Encyclopedia of Food Sciences and Nutrition.
Nieuwenhuijse, H. (2016). Concentrated Dairy Products: Sweetened Condensed Milk. Food Science.
Permatasari, T. A., & Chadirin, Y. (2020). Sweetened Condensed Consumption of more than 1. Advances in Health Sciences Research. Atlantis Press.Saleem, D. (2024). Is Condensed Milk Bad For You? Diambil kembali dari isitbadforyou.com.
Sumber Featured Image : TheUjulala from Pixabay