Bullying atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai perundungan telah menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan. Kasus bullying sudah tidak mengenal usia. Kasus perundungan bahkan terjadi di kalangan siswa sekolah dasar, baik sebagai korban maupun pelaku.
Pada tahun 2023, kasus bullying menimpa Fatir, seorang siswa SD yang akhirnya kehilangan nyawanya setelah mengalami kekerasan tersebut. Kasus lain yang viral adalah kisah Nabila, seorang murid SMK di Bandung yang di-bully selama tiga tahun. Akibat bullying yang dialaminya, mental Nabila terganggu hingga akhirnya ia meninggal dunia. Sungguh tragis!
[wecare_plugin slug=’iinharussembuh’]
Perundungan bukan sekadar kenakalan biasa. Ini merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan dengan sengaja. Biasanya pelaku bisa perorangan atau kelompok dan mereka menargetkan orang lain yang dianggap lebih lemah.
Kunci utama yang membedakan bullying dari konflik biasa adalah adanya ketidakseimbangan kekuatan. Pelaku bullying biasanya memiliki kelebihan, entah itu fisik, sosial, atau emosional, dan mereka menggunakan kelebihan ini untuk menyakiti atau mengendalikan korbannya.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa menjadi pelaku bullying atau perundungan:
Perundungan bisa terjadi dalam beberapa bentuk:
• Bullying fisik: Misalnya memukul, menendang, atau mendorong.
• Bullying verbal: Seperti mengejek, mengancam, atau menyebarkan gosip.
• Bullying sosial: Melibatkan tindakan mengisolasi seseorang atau mencemarkan nama baiknya.
• Cyberbullying: Terjadi melalui media digital seperti media sosial atau pesan teks.
Dampak perundungan dapat membekas dan berlangsung lama, mempengaruhi semua individu yang terkait:
Bagi Korban:
Bagi Pelaku:
Bagi Saksi:
Penting untuk diingat bahwa dampak perundungan bisa berlanjut sampai dewasa dan mempengaruhi kesehatan mental serta kesejahteraan seseorang dalam jangka panjang.
Bantu Pak Slamet Berjuang untuk Sembuh dan Bertahan Hidup!
Jika Anda menyadari bahwa anak Anda menjadi korban perundungan, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
Menghadapi perundungan memang tidak mudah, tapi dengan dukungan yang tepat, anak-anak bisa melewati pengalaman ini dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Salah satu cara untuk membantu anak yang terkena bullying adalah dengan mendorong anak ikut serta dalam kegiatan yang positif. Salah satu contoh aktivitasnya adalah berbagi dengan sesama.
Anak bisa diperkenalkan pada kegiatan berdonasi untuk membantu mereka yang butuh pertolongan. Anda bisa mencontohkan berdonasi bagi pasien yang butuh biaya pengobatan melalui WeCare.id. Berdonasi melalui WeCare.id sangat mudah, cukup buka situs web atau aplikasi WeCare.id dan klik donasi. Selanjutnya tentukan jumlah nominal yang akan didonasikan.
Ayo, kita sebarkan kebaikan melalui aksi berbagi bersama WeCare.id untuk membantu sesama.
Bullying. (2018). Diambil kembali dari nctsn.org.
Bullying: What is it and how to stop it. (2019). Diambil kembali dari unicef.org.
Effects of Bullying. (2021). Diambil kembali dari stopbullying.gov.
Panuntun, B. P. (2024). Siswi SMK di Bandung Barat Meninggal Dunia Setelah 3 Tahun Di-“bully”. Diambil kembali dari bandung.kompas.com.
Putri, N. K. (2023). Fatir Bocah SD Korban Bullying di Bekasi Meninggal Dunia. Diambil kembali dari liputan6.com.The Mental Health Impact of Bullying on Kids and Teens. (2024). Diambil kembali dari mcleanhospital.org.
Sumber Featured Image : Mikhail Nilov