Sumber foto: pexels.com
Detik-detik menuju lahirnya sang buah hati tentu menjadi momen mendebarkan sekaligus membahagiakan bagi para orangtua. Terlebih bila ia lahir sehat, tanpa kekurangan apa pun. Namun sayangnya, ada sejumlah faktor yang dapat membuat bayi lahir dengan membawa kelainan, salah satunya adalah spina bifida.
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’alisha-s’]
Spina bifida adalah kondisi cacat lahir akibat tulang punggung dan saraf tulang punggung yang tidak terbentuk dengan sempurna saat bayi berada dalam kandungan. Kondisi ini mengakibatkan munculnya celah pada ruas tulang belakang.
Terdapat 3 jenis spina bifida, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahannya, yakni:
Spina bifida occulta merupakan jenis spina bifida yang kondisinya paling ringan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menunjukkan gejala secara fisik. Umumnya, kondisi ini diketahui tanpa sengaja ketika sedang menjalani pemeriksaan fisik lainnya.
Kondisi ini merupakan yang cukup langka. Spina bifida meningokel terjadi karena selaput yang pelindung saraf tulang punggung terdorong hingga keluar dari tulang dan menembus kulit. Kemudian selaput tersebut membentuk jaringan seperti kantung berisi cairan sumsum tulang belakang. Namun kondisi ini tidak mempengaruhi saraf tulang belakang.
Oleh sebab itu, bayi yang terlahir dengan meningokel mempunyai susunan dan fungsi saraf yang normal. Kondisi ini pun dapat ditangani dengan operasi.
Mielomeningokel merupakan jenis spina bifida yang paling langka dan berbahaya. Secara fisik, gejalanya terlihat seperti jenis meningokel, yakni muncul kantung berisi cairan dan sebagian saraf tulang belakang yang sudah rusak.
Rasa nyeri yang dirasakan pun tergantung pada letak dan juga tingkat keparahannya.
[wecare_plugin slug=’arfa-mn’]
Hingga saat ini, belum terjawab dengan pasti apa yang menyebabkan kondisi spina bifida pada bayi. Sehingga muncul dugaan bahwa kondisi ini bisa terjadi karena berbagai macam faktor seperti kurangnya asupan asam folat dan nutrisi saat masa kehamilan, adanya kelainan genetik, ibu yang menderita penyakit diabetes, obesitas, mengonsumsi obat-obatan anti-kejang, atau mengalami hipertermia di awal kehamilan.
Spina bifida jenis ringan seperti spina bifida occulta biasanya gejalanya belum terlihat langsung, sehingga membutuhkan pemeriksaan CT-Scan dan MRI pada bayi. Namun akan terlihat gejala fisik seperti adanya sejumput rambut yang muncul di punggung dan muncul tanda seperti lekukan di bagian bawah punggung bayi yang baru lahir.
Sedangkan pada kondisi spina bifida meningokel dan mielomeningokel dapat terlihat dari munculnya jaringan berisi cairan di bagian punggung bayi. Selain itu, bayi juga bisa mengalami pembesaran di bagian kepala akibat penumpukan cairan di otak.
Gejala lainnya adalah badan menjadi lesu, kurangnya nafsu akan, perkembangan tubuh yang lambat, perubahan kognitif, sulit menggerakkan anggota tubuh, nafas yang tak beraturan.
[wecare_plugin slug=’mistahul-jannah’]
Bayi yang didiagnosa spina bifida parah dapat segera ditangani dengan operasi 2 hari setelah bayi dilahirkan. Kemudian sesudah menjalani operasi, bayi akan diberikan perawatan yang spesifik hingga berhasil ditangani.
Setelah mengetahui kondisi ini, kita jadi mengetahui bagaimana sulitnya penderita untuk menjalani kesehariannya. Apalagi bila mereka dalam kondisi yang kekurangan. Oleh karena itu, ulurkan tanganmu untuk membantu para pasien yang membutuhkan kita.
Unduh aplikasi Wecare.id melalui Google Play atau App Store untuk memudahkan kita untuk berbuat baik pada sesama!
[wecare_app_banner type=‘1’]
Referensi:
Tim RS EMC. (2018). Spina Bifida. EMC.
Fitriyani. (2020). Waspadai Spina Bifida, Cacat Lahir pada Tulang Belakang Bayi. The Asian Parent Indonesia.
Na’imah, Shylma. (2020). Spina Bifida. Hello Sehat.