Para wanita yang berusia 40 tahun ke atas akan menghadapi kondisi yang tak bisa terhindarkan dalam kehidupannya, yaitu menopause atau mati haid. Ini adalah saat yang menandai berakhirnya kemampuan tubuh untuk memiliki anak dan terjadi saat hormon seks menurun serta menstruasi tidak lagi datang setiap bulan.
[wecare_plugin slug=’bantu-jimi-setiawan’]
Mengutip laman situs Republika, menurut Kartini Rustandi, yang memimpin bidang kesehatan perempuan di Kementerian Kesehatan, umur menopause sebagian besar wanita di Indonesia yaitu ketika mereka berusia antara 40 hingga 60 tahun.
Adapun gejala yang dirasakan berbeda-beda pada tiap individu. Beberapa wanita mungkin mengalami gejala yang tidak enak terkait mati haid ini, meskipun pengalaman setiap wanita bisa berbeda-beda. Mati haid alami dianggap telah terjadi ketika seorang wanita tidak mendapatkan menstruasi selama lebih dari satu tahun secara terus-menerus, dan setelah itu ia memasuki fase pasca menopause.
Selama fase perimenopause, tubuh mengalami perubahan selama beberapa tahun sebelum menstruasi terakhir dan tahun pertama setelahnya.
Tanda-tanda yang sering muncul saat perempuan mengalami perubahan menuju masa menopause mencakup:
Menopause bisa menjadi pintu masuk bagi beberapa masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Penting untuk mengambil tindakan pencegahan guna meningkatkan kualitas hidup, memperpanjang usia, dan mengurangi risiko penyakit terkait usia. Para wanita dapat memanfaatkan periode transisi ini untuk berkonsultasi dokter, mengevaluasi risiko potensial, dan proaktif mengelola kesehatan di masa tua.
Estrogen, hormon alami dalam tubuh, ternyata memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan seluruh tubuh perempuan, bukan hanya sistem reproduksi. Penurunan kadar estrogen juga dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh lainnya setelah memasuki masa pasca menopause.
Berikut beberapa sistem tubuh yang mungkin bisa terganggu
Estrogen dapat memengaruhi lapisan dalam dinding arteri, membantu mengatur aliran darah. Penurunan estrogen setelah mati haid dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Adapun penggunaan terapi hormon estrogen bisa memiliki manfaat kardiovaskular jika dimulai secara dini atau dalam 10 tahun sebelum mengalami mati haid alami. Hubungan antara durasi terapi dengan hasil kardiovaskular masih perlu penelitian lebih lanjut.
Sistem tulang atau kerangka tubuh wanita pasca mati haid akan terpengaruh oleh penurunan estrogen. Pasca menopause risiko terkena osteoporosis akan meningkat.
Kadar estrogen yang lebih rendah juga dapat memengaruhi sistem kemih, meningkatkan risiko inkontinensia (kehilangan kontrol atas pengeluaran urine dan feses) dan masalah uroginekologi lainnya.
Saat menjaga kesehatan seksual, estrogen membantu menjaga pelumasan vagina. Penurunan estrogen selama menopause bisa mengakibatkan iritasi saat berhubungan seksual atau menjadi kering. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan mengakibatkan penipisan dinding vagina.
Selain itu, penurunan estrogen juga dapat memperlambat metabolisme tubuh, menyebabkan penimbunan lemak. Namun, dibandingkan karena mati haid, penambahan berat badan yang terkait usia sering disebabkan oleh penurunan aktivitas fisik alami.
Tak hanya dampak hormon estrogen, usia juga bisa meningkatkan risiko stroke. Risiko wanita terkena stroke meningkat secara signifikan setiap sepuluh tahun setelah usia 55. Penurunan kadar estrogen dalam tubuh wanita bisa memengaruhi penumpukan kolesterol di arteri yang menuju otak.
Demikian pula, terpaparnya tubuh terhadap timbal selama hidup bisa berdampak negatif setelah menopause, termasuk peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan masalah pembuluh darah. Timbal dalam darah juga dapat memengaruhi fungsi ginjal dan menyebabkan gejala yang mirip dengan demensia.
Untuk menjalani hidup yang sehat setelah menopause, berikut adalah beberapa panduan yang dapat membantu.
Darah terus Keluar dari Hidung hingga Mata, Neng April Butuh Pertolongan Segera!
Setelah menopause, para wanita kemungkinan mengalami beberapa masalah kesehatan. Namun, paparan di atas menyebutkan bahwa salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan mengurangi stres. Mengutip laman situs Clevelandclinic.org, memberi atau melakukan pekerjaan sukarela dapat mengurangi kadar kortisol, hormon stres yang dapat membuat kita merasa tertekan atau cemas. Untuk mengurangi stres, kita dapat memberi bantuan pada para pasien yang membutuhkan bantuan pengobatan melalui WeCare.id. Donasi bisa disalurkan melalui situs web WeCare.id atau aplikasi WeCare.id yang bisa diunduh di Google Store atau App Store. Apa pun dan berapa pun donasi yang kita berikan akan sangat membantu pasien yang membutuhkan.
Yuk, donasi sekarang melalui WeCare.id!
Hormone Therapy and Heart Disease. (2013). Diambil kembali dari acog.org.
Maintaining health and preventing disease after the menopause. (2020). Diambil kembali dari cheshiregynaecologist.co.uk.
Menopause and your health. (2023). Diambil kembali dari womenshealth.gov.
Staying Healthy After Menopause. (2012). Diambil kembali dari hopkinsmedicine.org.
Wanita Indonesia Rata-Rata Alami Menopause Antara Usia 40-60 Tahun. (2022). Diambil kembali dari ameera.republika.co.id.
Welcome to Postmenopausal Life. (2023). Diambil kembali dari healthcare.utah.edu.Why Giving Is Good for Your Health. (2022). Diambil kembali dari health.clevelandclinic.org.
Sumber Featured Image : Nick Karvounis on Unsplash