Sakit kepala umum terjadi dan biasanya bukan merupakan hal yang perlu dikhawatirkan. Meski demikian, kamu tetap patut waspada karena bisa saja hal tersebut merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius seperti aneurisma otak.
Pada dasarnya, aneurisma adalah bagian area pembuluh darah yang lemah dan menggelembung. Penyakit aneurisma dapat terjadi pada beberapa macam tergantung lokasinya, antara lain:
Meski ada beberapa jenis, kali ini kita akan fokus membahas aneurisma otak.
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’dwi-sukirah’]
Aneurisma otak atau yang dikenal juga dengan nama subarachnoid hemorrhage (SAH) merupakan suatu titik lemah pada dinding pembuluh darah di dalam otak. Aneurisma ini terkadang menggelembung dan dapat membesar hingga seukuran buah beri.
Ada dua jenis aneurisma otak, yaitu aneurisma sakular dan aneurisma fusiformis. Aneurisma sakular lebih umum terjadi dan biasanya berbentuk menggelembung seperti kubah di pembuluh darah utama. Sedangkan aneurisma fusiform lebih jarang terjadi dan berbentuk seperti titik yang melebar pada pembuluh darah.
Aneurisma otak memang terdengar berbahaya, namun umumnya tidak akan menimbulkan gejala ataupun masalah kesehatan. Meski demikian, ada kalanya aneurisma dapat menimbulkan masalah serius yang membahayakan kesehatan. Hal ini terutama terjadi pada kasus langka ketika aneurisma tumbuh membesar, mengalami kebocoran, atau pecah.
Pendarahan pada otak atau yang dikenal juga dengan istilah hemorrhagic stroke merupakan masalah serius. Ketika hal ini terjadi, maka kamu akan segera membutuhkan perawatan medis.
Gejala terjadinya aneurisma otak dapat berbeda tergantung apakah aneurisma tersebut telah pecah atau tidak. Berikut ini ciri-cirinya:
Jika mengalami gejala seperti berikut ini, maka bisa jadi kamu mengalami aneurisma pecah. Segera cari perawatan darurat jika hal ini terjadi.
[wecare_plugin slug=’tri-arvin’]
Aneurisma otak umumnya tidak menimbulkan gejala, namun tetap dapat menekan otak dan saraf jika ukurannya membesar. Ketika hal ini terjadi, maka gejala seperti berikut akan muncul:
Aneurisma otak biasanya terjadi seiring dengan bertambahnya usia, namun akan semakin umum terjadi setelah seseorang memasuki usia 40 tahun. Selain faktor usia, kecacatan pembuluh darah yang terjadi saat lahir juga bisa menjadi penyebab terjadinya masalah ini. Wanita memiliki tingkat kecenderungan aneurisma yang jauh lebih tinggi daripada pria.
[wecare_plugin slug=’cantika-aura’]
Anda memang tidak dapat menghindari semua faktor risiko yang menjadi penyebab terjadinya aneurisma otak. Meski demikian, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut seperti berikut ini.
Aneurisma otak memang tidak selalu berbahaya. Tapi, memahami apa itu aneurisma otak beserta gejalanya dapat melindungimu dan keluarga dari risiko yang lebih fatal akibat penyakit ini.
Pengobatan penyakit ini dapat menghabiskan biaya besar, sayangnya banyak orang yang kurang beruntung sulit tertolong karena hal ini. Kamu bisa membantu mereka dengan melakukan donasi melalui WeCare.id. Lakukan donasi dengan mudah dan praktis menggunakan aplikasi WeCare.id yang bisa kamu download di Google Play atau App Store.
[wecare_app_banner type=‘1’]
Referensi:
Klikdokter.com. Diakses pada 10 Januari 2021. Aneurisma
Mayoclinic.com. Diakses pada 10 Januari 2021. Brain Aneurysm
Alodokter.com. Diakses pada 10 Januari 2021. Aneurisma Otak
Healthline.com. Diakses pada 10 Januari 2021. Aneurysm in the Brain.