Semua orang tua tentu mengharap buah hatinya tumbuh dan berkembang normal sesuai dengan tumbuh kembang anak, namun kenyataannya tidak sedikit orang tua yang harus menghadapi kenyataan bahwa anaknya mengidap asd (autism spectrum disorder pada anak). Mari kenali lebih jauh tentang autism spectrum disorder dan bagaimana cara menanganinya.
[wecare_plugin slug=’ghava’]
Daftar isi:
Pengertian autism spectrum disorder yaitu kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak yang berhubungan dengan gangguan perkembangan otak dan saraf pada anak. Gangguan pada otak dan saraf menyebabkan anak mengalami gangguan dalam berkomunikasi, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain. Beberapa kondisi yang tergolong ke dalam autism spectrum disorder antara lain sindrom asperger, autisme, sindrom heller, dan gangguan perkembangan pervasif. Masing-masing penderita autism spectrum disorder dapat mengalami gejala dan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Hingga saat ini para ilmuwan belum bisa memastikan penyebab asd (autism spectrum disorder pada anak). Namun diyakini faktor genetik dan kondisi selama kehamilan yang menyebabkan gangguan perkembangan otak pada anak yang menyebabkan terjadinya autism spectrum disorder (Puji, 2017).
Berbagi Buku Untuk Tingkatkan Literasi Anak Indonesia
Menurut badan pusat pengendalian penyakit di AS, berikut beberapa gejala asd (autism spectrum disorder pada anak) yang sering dialami penderitanya:
Hampir semua anak yang mengidap autism spectrum disorder mengalami gangguan bersosialisasi. Beberapa tanda yang menunjukkan anak mengalami gangguan sosialisasi antara lain: ketika menginjak usia satu tahun anak tidak merespons ketika dipanggil, anak menolak kontak mata dengan orang lain, anak tidak mau berbagi, anak suka bermain sendiri, interaksi anak terbatas pada hal yang disukainya saja, dan anak tidak mampu mengungkapkan emosinya.
Anak yang mengalami asd (autism spectrum disorder pada anak) juga mengalami gangguan komunikasi, bahkan beberapa di antaranya mengalami kebisuan. Beberapa gejala yang menunjukkan bahwa anak mengalami gangguan komunikasi antara lain anak sering mengulang suatu kata, menjawab pertanyaan yang tidak sesuai dengan pertanyaan, berbicara dengan nada datar, sering mengulang pertanyaan yang ditanyakan kepadanya, kesulitan memahami bahasa dan gerak tubuh orang lain, sering berhadapan terlalu dekat dengan orang yang mengajaknya berkomunikasi.
Gejala lain dari asd (autism spectrum disorder pada anak) yaitu anak memiliki perilaku atau minat yang tidak wajar. Beberapa contoh perilaku tidak wajar yang ditunjukkan anak dengan autism spectrum disorder antara lain suka melipat bagian tubuh secara berulang, berputar-putar atau mengepakkan tangan seperti sayap, atau melakukan gerakan tidak biasa lainnya secara berulang dan terus-menerus.
Selain gejala di atas, beberapa gejala lain yang mungkin muncul pada anak yang menderita autism spectrum disorder yaitu hiperaktif, suka melukai diri sendiri, sangat sensitif, memiliki kebiasaan makan yang aneh, sangat takut atau cemas terhadap sesuatu atau kebalikannya (Handayani, 2019).
Berikut beberapa terapi yang dilakukan para dokter untuk menangani anak dengan asd (autism spectrum disorder pada anak):
Demikian pengertian, asal usul, gejala, penyebab, pencegahan dan cara mengobati autism spectrum disorder. Mari bantu anak-anak yang mengalaminya dan membutuhkan perawatan melalui Wecare.id. Kamu bisa membantu mereka melalui WeCare.id, donasi bisa dimulai dari 1000. Download aplikasinya di Google Store atau App Store untuk memudahkan donasi kamu.
[wecare_plugin slug=’gizianakpapua’]
Referensi:
Handayani, V. (2019). Penyakit Autisme – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati | Halodoc.com. 2019. https://www.halodoc.com/kesehatan/autisme
Puji, A. (2017). Autism Spectrum Disorder pada Anak: Penyebab, Gejala, Perawatannya. 2017. https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/autism-spectrum-disorder-adalah/
Sumber Foto: Unsplash.com