Intermittent fasting merupakan salah satu metode diet yang sedang tren saat ini. Intermittent fasting sering disebut juga sebagai diet puasa karena dilakukan dengan cara menghindari makan pada jam tertentu, namun masih diperbolehkan minum. Jadi sebenarnya metode ini lebih cocok disebut sebagai pembatasan asupan makanan dibanding diet (Handayani, 2019). Durasi pembatasan makan yang dianjurkan yaitu 16 jam, namun hal ini dapat disesuaikan dan diatur sesuai kebutuhan masing-masing (Fajar, 2021).
[wecare_plugin slug=’infaq-nutrisi’]
Daftar isi:
Intermittent Fasting dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain:
Alisha Balita 2 tahun Alami Kelainan Genetik dan Gizi Buruk
Cara melakukan intermittent fasting ada beberapa metode. Berikut metode yang dianjurkan dalam menjalani diet puasa:
Pengaturan makan ini menganjurkan pembatasan makan atau puasa selama 12 jam. Metode ini tergolong mudah dan ringan sehingga cocok untuk pemula. Menurut beberapa penelitian, puasa selama 10 hingga 16 jam dapat memicu metabolisme tubuh melakukan pemecahan cadangan lemak menjadi energi. Hal inilah yang membantu penurunan berat badan berlangsung cepat.
Metode puasa 16 jam ini disebut juga metode 16:8. Hal ini karena ada jendela makan 8 jam. Untuk pria durasi yang dianjurkan adalah puasa 16 jam, sedangkan wanita puasa 14 jam. Metode ini cocok bagi mereka yang merasa puasa 12 jam dirasa belum efektif atau ingin mempercepat penurunan berat badan.
Metode ini menganjurkan puasa selama 2 hari dalam seminggu dan 5 hari sisanya diisi dengan konsumsi makanan sehat dengan porsi terukur. Metode ini disebut juga metode 5:2. Saat melakukan puasa, rerata konsumsi kalori pria yaitu sekitar 600 kalori, sedangkan wanita 500 kalori.
Puasa alternatif merupakan puasa yang dilakukan setiap hari, puasa ini kurang cocok untuk pemula karena tergolong puasa ekstrim. Asupan makanan yang diperbolehkan setiap harinya hanya sekitar 500 kalori saja. Metode ini cocok bagi orang dewasa yang ingin menjaga kesehatan jantung dan menurunkan berat badan dalam waktu singkat.
Metode ini mengajarkan puasa selama sehari penuh atau 24 jam, namun memperbolehkan minum air, teh, atau minuman yang tidak mengandung kalori. Metode ini cukup berat dan dapat menimbulkan gejala pusing, lelah, lemas, dan gangguan mood. Metode ini tidak dianjurkan untuk pemula (Madarina, 2020)
Untuk membiasakan diri melakukan intermittent fasting diperlukan tip dan trik agar dapat berjalan secara konsisten. Berikut beberapa tip agar kamu terbiasa melakukan metode ini:
Demikian cara melakukan intermittent fasting untuk menjaga kesehatan tubuh. Jangan lupa juga membantu saudara kita yang sakit atau membutuhkan, melalui Wecare.id. Caranya cukup download aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi.
[wecare_plugin slug=’habid’]
Referensi:
Fajar, K. (2021). Mengenal Diet Puasa (Intermittent Fasting) dan Manfaatnya. 2021. https://hellosehat.com/nutrisi/diet/diet-puasa/
Handayani, V. (2019). Sebelum Lakukan Intermittent Fasting, Perhatikan 5 Hal Ini. 2019. https://www.halodoc.com/artikel/sebelum-lakukan-intermittent-fasting-perhatikan-5-hal-ini
Lidia, I. (2020). Intermittent Fasting: Diet Puasa dengan Segudang Manfaat Kesehatan – Jovee.id. 2020. https://jovee.id/intermittent-fasting-diet-puasa-dengan-segudang-manfaat-kesehatan/
Madarina, A. (2020). Intermittent Fasting Adalah Cara Ampuh Turunkan Berat Badan. 2020. https://www.sehatq.com/artikel/intermittent-fasting-cara-ampuh-turunkan-berat-badan-dengan-puasa
Sumber Foto: Unsplash.com