Apakah kamu termasuk orang yang terobsesi dengan kebersihan sehingga sering mencuci tangan sampai berulang-ulang? Atau mungkin kamu selalu berpikir kalau kamu akan mengalami kecelakaan? Obsesif adalah gangguan pikiran yang terjadi terus-menerus yang berakibat menimbulkan perasaan takut dan cemas. Jika hal tersebut sering menimpamu, kemungkinan kamu mengalami apa yang dinamakan dengan OCD atau Obsesif Compulsive Disorder.
Daftar isi:
Semua orang dari bermacam tingkatan usia dan lapisan masyarakat bisa mengalami gangguan obsesif kompulsif (OCD). OCD adalah gangguan kesehatan mental yang bisa dialami siapa saja dan terjadi saat seseorang terjebak dalam siklus obsesi dan kompulsi. Pikiran obsesif adalah pikiran, gambaran, maupun dorongan yang tidak diinginkan dan mengganggu yang memicu perasaan cemas berlebihan. Kompulsi yaitu perilaku yang dilakukan individu untuk mencoba menyingkirkan obsesi atau mengurangi kecemasannya.
Pikiran obsesif adalah pikiran atau gambaran yang berulang kali muncul di kepala seseorang. Orang tersebut tak menginginkan semua pikiran tersebut tapi dia tak bisa mengendalikannya. Pikiran-pikiran tersebut bisa jadi sulit untuk diabaikan sehingga bisa menganggu sehingga orang tersebut merasa tertekan, cemas, atau bersalah. Pikiran-pikiran ini bisa muncul di area yang berbeda.
Contoh pikiran obsesi yang umum di antaranya:
Beberapa orang yang mempunyai pikiran yang menganggu kemungkinan mereka tidak berani untuk memberitahukan dokter atau ahli terapi. Mereka khawatir akan diberi label sebagai orang yang berisiko bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.
Jika pikiran obsesif adalah gambaran atau pikiran yang muncul berulang-ulang, pikiran kompulsif adalah hal-hal yang seseorang pikirkan atau lakukan secara berulang-ulang untuk menghilangkan kecemasan dari pikiran obsesifnya. Orang yang berperilaku kompulsif percaya kalau dirinya atau orang terdekatnya mungkin akan terluka jika dirinya tidak melakukan sesuatu. Mungkin orang itu menyadari bahwa pemikiran dan perilakunya tidak logis, tapi dia sulit untuk menghentikannya.
Saat seseorang melakukan perilaku kompulsif, rasa lega yang dia rasakan tak akan lama. Ini justru membuat pikiran obsesif yang sebelumnya menjadi lebih kuat. Kemungkinan dia merasa dirinya harus melakukan sesuatu lagi untuk merasa lebih baik. Tidak semua orang yang menderita OCD menunjukkan tanda-tanda perilaku kompulsif kepada orang lain.
Contoh pikiran kompulsif di antaranya:
Pikiran dan kebiasaan ini bisa menghabiskan banyak waktu dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Bangun Rumah dan Sekolah Yatim dan Dhuafa
Penyebab OCD tidak jelas. Kemungkinan ada faktor-faktor lain yang menjadi penyebabnya, di antaranya:
Ada beberapa perawatan efektif untuk OCD yang bisa membantu mengurangi dampaknya pada hidup. Perawatan utama yaitu:
Biasanya CBT mempunyai efek yang cukup cepat. Untuk melihat efek pengobatan dengan SSRI perlu beberapa bulan, tetapi kebanyakan orang pada akhirnya akan mendapatkan manfaat. Jika perawatan ini tidak membantu, mungkin pasien akan ditawari SSRI alternatif atau diberikan kombinasi SSRI dan CBT. Untuk perawatan lebih lanjut, beberapa orang kemungkinan akan dirujuk ke spesialis layanan kesehatan mental.
Pikiran obsesif adalah hal yang bisa menganggu kehidupan seseorang karena dia terus-menerus memikirkan sesuatu yang mungkin tidak masuk akal. Untuk mengatasi OCD diperlukan perawatan khusus yang bisa berupa terapi atau pemberian obat. Bila ada anggota keluargamu yang mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, bantu mereka mengatasinya atau ajak mereka untuk menemui dokter atau ahli terapi.
Kamu juga bisa membantu pasien lain yang menderita penyakit fisik tetapi mengalami kesulitan biaya pengobatan. Caranya mudah sekali. Kamu cukup download aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
About OCD. (2014). Diambil kembali dari iocdf.org.
Obsessive compulsive disorder (OCD). (2020). Diambil kembali dari rethink.org.Overview – Obsessive compulsive disorder (OCD). (2019). Diambil kembali dari nhs.uk.