Apa itu stunting?
Stunting merupakan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak-anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO.
Stunting atau pertumbuhan yang terhambat adalah cerminan dari kegagalan anak-anak (terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan) untuk menerima nutrisi yang cukup dalam jangka waktu yang lama dan juga dapat dipengaruhi oleh penyakit kronis dan berulang.
Stunting di Indonesia
Menurut World Bank, tingkat pertumbuhan stunting di Indonesia sangat mengejutkan. Pada 2013, 37% anak Indonesia di bawah usia 5 tahun, atau hampir 9 juta anak, mengalami stunting, menurut Survei Kesehatan Nasional.
Apa Penyebab Stunting?
Ada banyak faktor yang berkontribusi pada stunting, di antaranya:
Ciri-ciri Anak Stunting
Dampak Buruk Stunting
Jangka pendek:
Jangka pandang:
Pencegahan Stunting
Stunting bisa dicegah dengan beberapa cara, antara lain:
Pencegahan Stunting dengan Pemberian Telur
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Washington, Universitas Maryland dan Universitas California Davis di Amerika Serikat serta Universitas San Fransisco de Quito di Ekuador menemukan manfaat telur untuk pencegahan stunting. Mereka melakukan penelitian terhadap anak-anak di Ekuador yang berumur 6-9 bulan yang sehat, tidak alergi telur dan tidak mengalami gizi buruk. Selama enam bulan mereka diberikan satu telur tiap hari. Hasil penelitian tersebut menunjukkan memasukkan telur dalam menu makanan bayi dari usia 6 bulan secara signifikan meningkatkan pertumbuhan linier dan mengurangi kejadian stunting pada populasi Andean di Ekuador.
Berdasarkan hasil penelitian, telur merupakan salah satu sumber makanan berkualitas gizi tinggi yang terjangkau dan ramah lingkungan dalam populasi yang berisiko kekurangan gizi dan kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian serupa juga dilakukan di Uganda oleh
Penelitian pemberian telur pada anak juga dilakukan di Uganda oleh peneliti dari University of Arkansas. Penelitian ini melibatkan murid SD usia 6-9 tahun yang diberikan 1 telur selama 5 hari tiap minggunya atau 2 telur dalam 5 hari tiap minggunya. Hasilnya setelah 6 bulan, murid yang diberikan 2 telur mengalami peningkatan tinggi dan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan anak yang tidak mengkonsumsi telur atau hanya mengkonsumsi 1 telur.
Penelitian menunjukkan bahwa telur tampaknya menjadi cara yang aman dan praktis untuk meningkatkan nutrisi anak-anak dalam populasi ini. Tetapi anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizinya, bukan hanya bergantung kepada satu jenis makanan saja.
Makanan yang Membantu Menambah Tinggi Badan Anak
Selain telur, beberapa makanan berikut juga dapat membantu dalam menambah tinggi tubuh anak, di antaranya:
Sanitasi untuk Mencegah Stunting
Kurang tersedianya air bersih juga sanitasi yang buruk dapat menjadi penyebab anak mengalami stunting. Hal ini diakibatkan karena kebersihan atau sanitasi yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit pada anak yang dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Pemerintah Indonesia mencoba mengatasi hal ini dengan merancang Sanitasi Total Berbasis Lingkungan
5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Lingkungan
Review : dr. Denita
Yuk, konsultasi dokter gratis dengan dokter SEHATI: http://line.me/ti/p/~@Wecare.id
Sumber:
https://www.rd.com/health/healthy-eating/eggs-prevent-stunted-growth-study/
https://www.nhs.uk/news/pregnancy-and-child/an-egg-a-day-may-prevent-stunted-growth-in-infants/
http://unicef.in/whatwedo/10/stunting
http://www.nfnc.org.zm/content/what-stunting
http://siha.depkes.go.id/portal/files_upload/Buku_Saku_Stunting_Desa.pdf
https://parenting.firstcry.com/articles/best-food-increase-height-children/