Salah satu mantan kiper terbaik timnas Indonesia, Kurnia Meiga, dikabarkan menderita kondisi yang berhubungan dengan penglihatannya. Karena kondisi itu pula dia harus berhenti bermain bola. Kondisi itu disebut dengan papilledema, yang akan diulas di artikel berikut ini. Yuk, simak!
Papilledema merupakan pembengkakan pada saraf mata yang terjadi sebagai respons terhadap peningkatan tekanan dalam kepala. Tekanan tersebut dinamakan dengan tekanan intrakranial, yaitu tekanan yang ada di dalam rongga tengkorak, yakni ruang di dalam tengkorak yang mengelilingi otak dan cairan serebrospinal (CSF).
Saraf optik merupakan saraf penghubung antara mata dengan otak. Fungsi utama saraf optik adalah mengirimkan informasi visual dari mata ke otak, sehingga memungkinkan kita untuk melihat dan memproses gambaran visual di sekitar kita. Tekanan yang tinggi dalam kepala mendorong saraf optik dan membuat saraf optik membengkak.
Ketika terjadi pembengkakan pada saraf optik, kemungkinan kita akan mengalami gejala seperti sakit kepala atau perubahan penglihatan. Jika tidak diobati, kita bisa kehilangan seluruh atau sebagian penglihatan.
Penyebab kondisi pembengkakan pada saraf mata disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam kepala. Banyak kondisi yang bisa meningkatkan tekanan tersebut, termasuk:
Akibat Tumor Ganas, Benjolan di Kepala Pak Narita Kian Membesar!
Sebenarnya papilledema sendiri bukanlah penyakit, melainkan tanda dari suatu penyakit. Kondisi yang menyebabkan papilledema bisa menimbulkan beberapa gejala, khususnya jika terjadi pembengkakan yang signifikan pada diskus optik. Dikenal juga sebagai papila atau lempeng saraf, diskus optik adalah area di bagian belakang bola mata di mana serat saraf optik masuk ke mata.
Gejala yang berhubungan dengan papilledema di antaranya:
Hal ini terjadi karena tekanan fisik pada saraf optik, yang mengontrol penglihatan. Beberapa orang dengan tekanan saraf optik mengalami kabur penglihatan atau kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata. Papilledema terkait dengan kehilangan penglihatan hanya pada satu mata atau kehilangan penglihatan yang tidak simetris pada kedua mata.
Kerap kali, papilledema dihubungkan dengan sakit kepala dan tekanan di kepala, karena kondisi yang menyebabkan pembengkakan saraf optik juga dapat menyebabkan tekanan di dalam tengkorak, yang menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit mungkin semakin memburuk atau membaik ketika kita mengubah posisi kepala, walaupun setiap orang dengan kondisi ini mungkin memiliki posisi kepala yang berbeda yang terkait dengan kenyamanan atau rasa sakit.
Tekanan yang menyebabkan papilledema bisa lebih terasa di dekat salah satu atau kedua mata. Kondisi ini menyebabkan nyeri. Rasa nyeri di belakang mata lebih parah dibandingkan di seluruh kepala.
Papilledema sering kali dikaitkan dengan kelelahan ekstrem dan rasa kantuk.
[wecare_plugin slug=’ibusuratibisa’]
Berikut ada cara mendiagnosis kondisi kesehatan mata tersebut:
Ketika tekanan intrakranial meningkat dan menyebabkan gejala yang mengganggu, langkah pertama dalam diagnosis adalah tinjauan riwayat medis dan gejala.
Seorang ahli mata akan melakukan pemeriksaan mata untuk menentukan adanya pembengkakan diskus optik. Diperlukan pemeriksaan lanjutan karena gejalanya menyerupai gangguan mata lainnya.
Untuk diagnosis definitif papilledema, berbagai pemeriksaan gambar dapat digunakan. Ini termasuk angiografi (prosedur medis yang menggunakan bahan kontras untuk memvisualisasikan pembuluh darah di dalam tubuh) khusus, CT scan, MRI, dan pemeriksaan ultrasonografi.
Dikenal juga sebagai lumbar puncture atau spinal tap, pungsi lumbal adalah prosedur medis di mana jarum dimasukkan ke dalam ruang subarakhnoida di sekitar tulang belakang bagian bawah untuk mengambil sampel cairan serebrospinal (CSF). Cairan ini kemudian diselidiki untuk mencari penyebab peningkatan tekanan intrakranial.
Penyebab papilledema banyak tidak dapat dicegah. Beberapa langkah untuk membantu mencegah beberapa penyebab papilledema di antara:
Untuk pengobatan papilledema pilihannya bergantung pada penyebabnya.
Jika pasien tidak merespons baik terhadap pengobatan awal, kemungkinan membutuhkan operasi untuk membantu pengeluaran cairan tulang belakang. Karena hipertensi intrakranial idiopatik sering kali merupakan kondisi yang berlangsung lama dan berpotensi merusak penglihatan, pemantauan oleh seorang ahli mata adalah bagian penting dari pengobatan.
Itulah kondisi yang menyerang Kurnia Meiga. Sempat menjual medali emas karena himpitan ekonomi, kini mantan kiper timnas ini telah ditangani oleh tim medis yang berasal dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Seperti halnya Kurnia Meiga, di luar sana pun banyak pasien yang berjuang melawan penyakit tapi mengalami masalah dengan biaya pengobatan. Kita bisa membantu mereka dengan berdonasi melalui WeCare.id. Jika ingin berdonasi kita bisa mengunjungi situs webnya atau dengan mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Maurer, K. (2015). Papilledema. Diambil kembali dari med.umich.edu.
Jebreeet Media, J. (2023). jebreeetmedia.com. Diambil kembali dari Kurnia Meiga, Salah Satu Kiper Terbaik Indonesia yang Menghilang Secara Mendadak karena Papilledema.
Moawad, H. (2020). An Overview of Papilledema. Diambil kembali dari verywellhealth.com.
Optic Nerve Swelling (Papilledema). (2021). Diambil kembali dari health.harvard.edu.Papilledema. (2021). Diambil kembali dari ukhealthcare.uky.edu.
Sumber Featured Image : Gambar oleh lopezjoshua839 dari Pixabay