Pada era yang sudah serba digital seperti saat ini, kehadiran gadget bukanlah hal asing lagi. Kehadiran gadget bisa memudahkan kita untuk membantu belajar, bekerja, berbelanja kebutuhan harian hingga mencari hiburan. Namun, pada sisi lain, kehadiran gadget juga memiliki efek negatif, seperti efek kecanduan. Kecanduan gadget berarti apabila seseorang menghabiskan sebagian waktunya untuk menggunakan gadget, seperti smartphone, tablet, laptop, atau portable gaming device. Risiko ini juga bisa terjadi pada anak-anak dan bisa berdampak untuk kesehatan mereka. Berikut penjelasan mengenai ciri-ciri, dampak dan cara mengatasi kecanduan gadget pada anak.
Daftar isi:
Bagaikan dua sisi mata uang, gadget bisa sangat bermanfaat untuk si kecil karena bisa untuk mengakses konten edukasi namun juga bisa membawa efek negatif yang berkepanjangan jika tidak mendapat penanganan segera. Untuk itu, sebagai orang tua, sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri anak yang tidak bisa lepas dari gawainya. Dengan mengetahui ciri-cirinya, kamu bisa lebih cepat mencari solusi untuk menanganinya jika si kecil benar-benar tidak bisa lepas dari gawainya tersebut.
Pada tahun 2018, WHO sudah menetapkan kecanduan gadget sebagai gangguan kesehatan mental. Berikut ciri-ciri yang harus kamu perhatikan:
Alami Penyakit Kulit yang Mengerikan, Husna sangat Mengharapkan Pertolonganmu!
Seperti yang sudah kita ketahui, terlalu banyak bermain gawai tentunya akan berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental si kecil. Biasanya, anak yang sudah kecanduan gadget akan memperlihatkan sikap gelisah, sulit fokus hingga rewel saat orang tua tidak memberikan gadget. Selain itu, berikut dampak yang muncul saat si kecil tidak bisa dari gawainya.
Pada anak yang sudah terpapar gawai, biasanya akan mengalami gangguan pada jam tidurnya. Padahal pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan tidur yang cukup. Kondisi ini tidak bisa kita anggap sepele, sebab kurang tidur akan mengganggu aktivitasnya, seperti aktivitas belajar saat sekolah. Tentunya hal ini bisa membuat prestasinya menurun. Selain itu, kurang tidur juga akan membuat pertumbuhan otak si kecil menjadi tidak optimal.
Anak-anak yang terlalu sering bermain dengan gawainya akan cenderung memiliki gangguan pada matanya, seperti mata lelah, kering, hingga gangguan penglihatan.
Hal ini disebabkan karena anak cenderung malas bergerak jika sudah asyik dengan gawainya. Pada pada masa pertumbuhan, sebaiknya anak aktif bergerak dan bermain dengan teman-temannya di luar rumah. Selain itu, obesitas juga tidak boleh kita anggap sepele karena bisa meningkatkan risiko terkena stroke usia dini hingga serangan jantung.
Selain akan berdampak pada kesehatan, hal ini juga akan berdampak untuk kesehatan mentalnya, seperti risiko depresi, gangguan kecemasan, kesulitan fokus, kesulitan bersosialisasi, hingga memicu sifat agresif anak.
Nah, pastinya kamu tidak mau ‘kan jika si kecil mengalami dampak buruk akibat terpapar gawai. Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba beberapa tips berikut ini.
Selain itu, kamu juga bisa mengajak si kecil mengunjungi panti asuhan untuk berdonasi membantu teman-temannya yang tidak seberuntung dirinya. Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengajarkan jika gadgetnya bisa mereka gunakan untuk berbuat kebaikan dengan berdonasi melalui website WeCare.id atau pun melalui aplikasi.
Teman Peduli, itu tadi beberapa penjelasan mengenai ciri-ciri, dampak dan cara mengatasi kecanduan gadget pada anak. Semoga membantu, ya!
[wecare_plugin slug=’tebarhewankurban’]
REFERENSI:
SehatQ. https://www.sehatq.com/artikel/cegah-anak-kecanduan-gadget-dengan-tips-ini. Diakses pada 10 Juni 2022
POPMAMA. https://www.popmama.com/kid/4-5-years-old/amelia-putri/ciri-ciri-anak-kecanduan-gadget-dan-cara-mencegahnya/5. Diakses pada 10 Juni 2022Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/si-kecil-kecanduan-gadget-ini-dampaknya. Diakses pada 10 Juni 2022
Sumber Featured Image : press 👍 and ⭐ dari Pixabay