Semua anak pasti butuh asupan gizi yang cukup supaya bisa tumbuh besar dan selalu sehat. Kalau tidak mendapat asupan gizi yang cukup, seorang anak bisa mengalami kondisi yang namanya gizi buruk atau malnutrisi (malnutrition). Menurut Katsilambros (2011), malnutrisi adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang mendapat asupan gizi yang terlalu sedikit atau terlalu banyak dan bisa mengakibatkan masalah kesehatan.
Di sini, yang bakal kita bahas adalah malnutrisi ketika anak-anak sedang kekurangan gizi. Kenapa kita perlu tahu ciri-ciri gizi buruk pada anak sejak dini? Alasannya adalah kalau sampai terlambat tertangani, anak kecil bisa mengalami kekurangan pertumbuhan tinggi badan, berat badan, dan bahkan gagal tumbuh besar.
[wecare_plugin slug=’jihan-af’]
Menurut National Health Service (2020) dari Inggris, ada beberapa kondisi yang menyebabkan anak-anak mengalami kekurangan gizi, seperti:
Nah, supaya kita bisa segera menangani kekurangan gizi pada anak sebelum terlambat, ayo kita kenali semua ciri gizi buruk!
Pada umumnya, berat badan anak usia 1-3 tahun yang sehat adalah 9,6-14,3 kg untuk anak laki-laki dan 8,9-13,9 kg untuk anak perempuan. Kalau berat anak kurang dari standar ini, curigai apakah anak kamu tidak mendapat cukup gizi.
Ketika berusia 1-3 tahun, tinggi badan standar anak adalah 72 hingga 95 cm. Kalau selama usia ini dan seterusnya anak tidak mencapai tinggi badan yang secukupnya, perhatikan kembali apakah asupan gizinya masih kurang.
Tidak adanya asupan nutrisi yang cukup bisa membuat anak capek lebih cepat dari biasanya. Tanpa makan makanan bergizi secara berkala, anak tidak bisa mendapat stamina dari pengolahan asupan gizi.
Asupan gizi yang cukup tidak hanya memberi nutrisi, tapi juga membangun daya tahan tubuh anak sejak dini. Jika tidak cukup makan bergizi, daya tahan anak akan berkurang sehingga dia mudah sakit.
Vitamin A, E, dan B kompleks adalah contoh vitamin yang penting supaya kulit sehat. Kulit anak bisa menjadi kering dan bersisik kalau tidak cukup makan makanan dengan vitamin tersebut.
Protein sangat penting supaya massa otot anak bisa terbentuk dengan baik. Kalau tidak ada massa otot dalam jumlah yang sehat di anak, perhatikan apakah asupan protein dia masih kurang atau tidak.
Otak manusia, terutama pada saat masih kecil, butuh banyak nutrisi supaya jaringan otak bisa terbentuk dan kecerdasan anak bisa dibangun secara teratur. Berhati-hatilah jika anak tidak menunjukkan perkembangan intelektual yang cukup akibat kurang gizi.
Vitamin C telah terbukti khasiatnya dalam menjaga kesehatan mulut dan gusi semua orang, terutama anak. Jika mulut dan gusi anak gampang berdarah, ada kemungkinan dia tidak mengonsumsi vitamin C dengan kadar yang cukup.
Nah, ini dia beberapa ciri gizi buruk yang perlu kamu ketahui sejak dini supaya si buah hati bisa selalu sehat dan tidak terhambat tumbuh kembangnya. Sayangnya, masih ada banyak anak di Indonesia yang mengalami malnutrisi karena berbagai sebab. Kalau kamu ingin membantu mereka, unduh aplikasi WeCare.id untuk bisa mengambil tindakan nyata dalam mengentaskan masalah kurang gizi di Indonesia bersama WeCare.id!
Referensi
Hello Sehat. 23 Desember 2021. Gizi Buruk pada Anak: Jenis dan Penanganannya Sesuai Kondisi. https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/gizi-buruk-pada-anak/
Katsilambros N. 2011. Clinical Nutrition in Practice. John Wiley & Sons.
National Health Service. 7 Februari 2020. Malnutrition: causes. https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/causes/
Nestle Health Science. Ini Tinggi Ideal Bagi Anak Sesuai Usia. https://www.nestlehealthscience.co.id/artikel/tinggi-badan-anak
Sumber Featured Image : Fifaliana Joy dari Pixabay