Lebih umum dikenal dengan nama penyakit kulit eksim, dermatitis merupakan istilah untuk yang merujuk pada iritasi kulit. Istilah dermatitis berasal dari kata “derm” yang artinya “kulit” serta “itis” yang artinya “peradangan”. Secara keseluruhan kata ini berarti “radang kulit”. Ruam eksim bisa ringan hingga parah dan bisa menyebabkan berbagai masalah, bergantung penyebabnya.
Salah satu Umumnya banyak hal yang menjadi penyebab penyakit kulit eksim. Tanda kulit yang terkena eksim umumnya mengalami gatal, kering, maupun ruam. Penyakit ini bisa juga menyebabkan kulit menjadi melepuh, mengeluarkan cairan, kerak ataupun mengelupas. Eksim tidak menular, tapi bisa membuat orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman.
[wecare_plugin slug=’viedia’]
Terdapat beberapa jenis penyakit kulit eksim, di antaranya:
Setiap jenis penyakit kulit eksim memiliki kecenderungan terjadi pada bagian tubuh yang berbeda. Beberapa tanda dan gejala yang mungkin dirasakan, di antaranya:
Bagian Tubuh yang Terkena Penyakit Kulit Eksim
Munculnya penyakit kulit eksim bergantung pada jenisnya. Contohnya, dermatitis atopik bisa muncul di bagian mana saja pada kulit seseorang. Namun, biasanya pada remaja dan dewasa, eksim akan muncul di leher, tangan, siku bagian dalam, lutut, pergelangan kaki, kaki, serta di sekitar mata. Umumnya dermatitis seboroik muncul di kulit kepala, wajah, serta telinga. Dermatitis periorifisial muncul di sekitar mata, lubang hidung, mulut, dan kadang-kadang di alat kelamin.
Kulitnya Terbakar akibat Kemoterapi, Yuk Bantu Rifaldi Berjuang Lawan Kanker Darah!
Seseorang bisa menderita penyakit kulit eksim karena kombinasi aktivasi sistem kekebalan tubuh, genetika serta pemicu lingkungan.
Sistem kekebalan tubuh seseorang terkadang beraksi berlebihan. Orang yang menderita dermatitis atopik, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi terhadap iritasi atau alergen yang terlihat kecil yang kemudian menyebabkan peradangan.
Menurut pengamatan para peneliti apabila ada anggota keluarga yang menderita penyakit kulit eksim, kemungkinan besar anggota lainnya juga akan mengalami penyakit tersebut. Selain itu, para ahli telah mengidentifikasi perubahan gen yang mengontrol protein yang berfungsi membantu tubuh dalam menjaga kesehatan kulit. Tanpa kadar protein yang normal, kulit tidak bisa tetap sehat.
Lingkungan bisa membuat sistem kekebalan tubuh mengubah penghalang pelindung kulit. Akibatnya lebih banyak kelembapan yang hilang. Kurangnya kelembapan kulit bisa menyebabkan penyakit kulit eksim. Faktor lingkungan lain yang bisa menyebabkan eksim adalah paparan asap tembakau dan beberapa jenis polutan udara. Produk untuk kulit yang mengandung wewangian juga bisa menyebabkan eksim.
Beberapa jenis penyakit kulit eksim bisa disebabkan oleh paparan bahan kimia serta bahan penyebab iritasi lainnya. Misalnya saja dermatitis perioral. Jenis eksim ini disebabkan oleh paparan fluoride dalam air atau pasta gigi.
Terdapat kondisi lain yang juga bisa menyebabkan eksim bagi para penderitanya, seperti:
Pengobatan untuk eksim beragam tergantung pada penyebab serta tingkat keparahan gejala.
Dermatitis atopik umumnya bisa diobati dengan mengoleskan emolien (pelembab yang sangat bagus menjaga kelembapan kulit) pada kulit setiap hari. Ketika gejala kambuh bisa menggunakan krim dan salep obat.
Dermatitis kontak dan dermatitis numular bisa diatasi dengan cara yang sama seperti dermatitis atopik. Sementara itu untuk dermatitis seboroik yang menyerang kulit kepala bisa diobati menggunakan sampo obat.
Ada beberapa cara untuk mengobati eksim yang bisa dilakukan di rumah tanpa harus ada pengawasan dari dokter, antara lain:
Eksim adalah salah penyakit kulit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Penyakit ini penyebabnya bermacam-macam bergantung jenisnya. Salah satunya adalah stres. Mengurangi stres bisa mengurangi kemungkinan munculnya eksim. Untuk mengurangi stres salah satu cara yang sudah terbukti secara ilmiah adalah membantu orang lain. Kamu bisa membantu pasien yang membutuhkan biaya pengobatan dengan berdonasi melalui WeCare.id. Caranya yaitu dengan mengunjungi situs web WeCare.id atau mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Dermatitis. (2017). Diambil kembali dari mayoclinic.org.
Dermatitis. (2019). Diambil kembali dari my.clevelandclinic.org.
What is dermatitis? (2020). Diambil kembali dari lloydspharmacy.com.
Sumber Featured Image : Karolina Grabowska